Terkait Dampak Lingkungan Tambang Batubara, DPRD Sumsel Terkesan Tinggalkan Aktivis

Selatan News, Palembang-DPRD Prov Sumsel melalui Komisi IV melakukan rapat dengar pendapat dengan PT Bukit Asam, PT KAI dan perusahaan tambang swasta. Rapat ini dengan judul menindak lanjuti laporan masyarakat terkait dampak lingkungan tambang batubara.

Lucunya dalam rapat ini tidak ada satupun perwakilan Aktivis lingkungan dan pegiat anti korupsi yang di undang. Terkesan DPRD Sumsel berupaya melokalisir pertemuan ini untuk kepentingan tertentu dengan tidak mengundang perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat.

MAKI Sumsel melalui Deputynya “Ir Feri kurniawan” sesalkan pertemuan ini, “pertemuan ini seakan menjauhkàn masyarakat dari permasalahan dampak lingkungan terkait kerusakan lingkungan dampak dari eksploitasi batubara”, jelas Deputy MAKI Sumsel.

“Inisiatif DPRD Sumsel ini telah melukai hati para akitivis lingkungan dan pegiat anti korupsi dan seakan ada kepentingan para anggota Dewan dengan pertemuan tertutup ini”, terang Deputy MAKI Sumsel.

“Kebetulan tadi kami bertanya dengan staff Komisi IV dan mempertanyakan materi dan siapa – siapa yang di undang dan tidak ada undangan untuk Lembaga Swadaya Masyarakat”, ucap Feri Deputy MAKI Sumsel.

“Apa yang DPRD Sumsel ketahui terkait dampak lingkungan selama ini tanpa adanya laporan ke mereka melalui aksi damai, sangat mengecewakan dan kurang ber etika cara – cara DPRD Sumsel tindak lanjuti laporan masyarakat”, cetus Deputy MAKI Sumsel.

“Apa yang mereka ketahui tentang dampak pasca tambang dan kerusakan yg di akibatkannya dan apa program reklamasi dan pasca tambang dengan dana ratusan milyar itu”, kata Deputy MAKI Sumsel dengan nada kesal.

“Saya ragukan kepedulian mereka dengan acara diam – diam ini dan apa yg dihasilkan dari pertemuan ini”, pungkas Deputy MAKI Sumsel.

Ratusan milyar dana reklamasi pasca tambang tidak jelas penggunaannya dan berapa yg disetor ke Pemerintah dan digunakan sendiri oleh PT BA dan perusahaan tambang swasta karena tidak ada sumber informasi yang jelas. Permasalahan ini telah disuarakan pegiat dan aktivis lingkungan namun mereka seakan tiada di anggap keberadaanya.

Laporan jurnalis Selatan News

Tinggalkan Balasan