DIDUGA KORUPSI DANA MASJID SRIWIJAYA, 9 JAM DIPERIKSA LANGSUNG DITAHAN DIKEJATI SUMSEL

SELATANNEWS.COM 31/03/2021

DIDUGA KORUPSI DANA MASJID SRIWIJAYA, 9 JAM DIPERIKSA LANGSUNG DITAHAN DIKEJATI SUMSEL.

PALEMBANG, SelatanNews.com Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan telah menahan empat orang tersangka atas dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya di kawasan Jakabaring Palembang, Selasa (30/03/2021).

Empat tersangka yang ditahan tersebut yakni Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya Syarifudin, Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya Yudi Arminto, Kerjasama Operasional (KSO) PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya Dwi Kridayani, dan Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya 2015-2018 Eddy Hermanto.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumatera Selatan Khidirman mengatakan, empat tersangka tersebut sebelumnya dilakukan pemeriksaan selama 9 jam.

Dari hasil pemeriksaan itu, penyidik menyimpulkan untuk menahan para tersangka demi kepentingan penyelidikan.

Penahanan dilakukan selama 20 hari kedepan agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti,” kata Khidirman saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (30/3/2021).

Khidirman menjelaskan, lokasi penahanan tersebut berlangsung di dua tempat.

Adapun tiga tersangka yakni Syarifudin, Yudi Arminto dan Eddy Hermanto di Lapas Pakjo Palembang, sementara Dwi Kridayani di Lapas wanita Merdeka.

Sebelum ditahan, empat tersangka ini lebih dulu dilakukan pemeriksaan antigen untuk mengetahui kondisi mereka terpapar Covid-19 atau tidak.

Hasilnya, kondisi kesehatan mereka semuanya baik dan bisa ditahan,” ujarnya.

Meski sudah menahan empat tersangka, Kejati Sumatera Selatan belum dapat memberikan keterangan jumlah kerugian negara dari pembangunan masjid terbesar se-Asia tersebut.

Namun, keempat tersangka dikenakan pasal 2 dan pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 99 dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 9 tahun.

BPK masih mengaudit jumlah kerugian negara, soal peran empat tersangka tak bisa saya jelaskan karena ini proses penyelidikan,” katanya
(Abdu Happy)

Tinggalkan Balasan