Pelayanan Publik Di Terminal Bus Pulo Gebang Jakarta Timur Butuh Inovasi

Selatan News, Jakarta-

Mewahnya ragam fasilitas di Terminal Bus Pulo Gebang Jakarta timur yang menjadi ikon DKI Jakarta sebagai terminal bus terbesar di Asia Tenggara tidak sebanding dengan Pelayanan Publik terutama pelayanan calon penumpang hal ini mendapat sorotan Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kerumunan agen pelaksana di terminal bus Pulo gebang Jakarta timur yabg berebut calon penumpang tidak sesuai dengan standar Prokes Covid 19. Hal ini paradoksal dengan Treatmen Prokes Covid 19 yang dilakukan di pintu masuk terminal bus Pulo gebang baik barat maupun timur yang ketat. Pelaksanaan Implementasi kebijakan Transportasi publik pada terminal bus Pulo gebang Jakarta timur ini dapat dilihat dari teori kebijakan Donald S.Van Meter dan Carl E. Van Horn yang dilihat dari ukuran dan tujuan Kebijakan, Sumber Daya, Karakteristik Agen Pelaksana, Sikap kecenderungan Para Pelaksana, Komunikasi Organisasi Antar Aktivitas Pelaksana, dan lingkungan ekonomi sosial dan politik.

Implementasi kebijakan pelayanan publik di  terminal Bus Pulo gebang Jakarta timur perlu ditingkatkan, terutama kinerja dari agen pelaksana di terminal bus Pulo gebang Jakarta timur.

Masih terlihat pelayanan berkerumun dan tindakan perilaku agen pelaksana kurang beretika dalam memahami kepribadian calon penumpang yang berbeda beda kepribadian. Seperti pada 29 Maret 2021 terlihat dua orang pemuda dipenetrasi dalam pengadaan tiket bus tujuan oleh agen pelaksana. Kata kata kasar dari agen pelaksana terlontar oleh oknum  agen pelaksana seperti kelakuan agen pelaksana dengan kemeja reog Ponorogo yang menyuruh pergi kedua calon penumpang tersebut yang ingin menikmati suasana dulu di Terminal Bus Pulo gebang. Beruntung seorang sekuriti terminal bus Pulo gebang mengamankan keributan adu argumentasi yang ditimbulkan oleh oknum Agen pelaksana pada kedua pria calon penumpang tersebut.

Deddi Fasmadhy menilai hal seperti ini harus di evaluasi Pemprop DKI Jakarta bersama dinas terkait terhadap inovasi pelayanan publik di terminal bus Pulo gebang Jakarta timur. ” Jangan sampai timbul asumsi dari calon penumpang bahwa terminal bus Pulo gebang Jakarta timur tidak nyaman karena segelintir oknum yang tidak memahami etika melayani Calon penumpang” pungkas Deddi

Deddi Fasmadhy menambahkan kinerja pelayanan publik di terminal bus Pulo gebang Jakarta timur harus ditingkatkan kualitas Sumber daya manusia nya terutama agen pelaksana sebagai bentuk keinginan reformasi pelayanan publik di terminal bus Pulo gebang Jakarta timur. “SDM pelayanan publik di terminal bus Pulo gebang Jakarta timur harus di coaching agar nilai sumber daya manusia nya meningkat” tutup mahasiswa MIA FISIP UMJ ini

Laporan Jurnalis Selatan News

Tinggalkan Balasan