Deddi Mahasiswa MIA FISIP UMJ Apresiasi Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi Termuda

Selatan News, Ciputat-

Resmi dilantik menjadi wali kota dan wakil wali kota Bukittinggi Erman Safar dan Marfendi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, Jumat (26/2/2021). Erman Safar menjadi wali kota termuda sepanjang sejarah pemerintahan Kota Bukittinggi.

Deddi Fasmadhy  salah seorang Mahasiswa MIA FISIP UMJ mengapresiasi energi muda kepala daerah Kota Bukittinggi. ” Besar harapan masyarakat Bukittinggi memilih Erman Safar dan Marfendi menjadi Walikota Termuda sepanjang sejarah Kota Bukittinggi, dimana Kota Bukittinggi adalah Legend Indonesia yang pernah dalam sejarah NKRI menjadi ibukota Republik Indonesia” ujar deddi

Deddi Fasmadhy Mahasiswa MIA FISIP UMJ berharap Walikota dan wakil walikota Bukittinggi membawa perubahan besar kota Bukittinggi, menjadi inisiator keluar dari krisis Pandemi Covid 19 dan Ekonomi.

Selain itu Deddi berharap , walikota mengevaluasi Perda Kota Bukittinggi untuk adanya peningkatan inovasi pelayanan di akar rumput Kerukunan Warga ( RT / RW) agar berkesinambungan dengan keamanan dan ketentraman warga bekerja sama dengan Aparat kepolisian setingkat Polsek bersinergi dengan visi misi dan tujuan Polisi Presisi yang humanis agar tercipta iklim investasi yang kondusif di Kota Bukittinggi.

“Pentingnya inovasi Perda kota Bukittinggi untuk mempertegas kerja kerja Pemerintahan di tingkat Kerukunan Warga (RT/ RW), bersama seluruh stakeholder, baik sipil, pedagang, Koramil, Babinsa hingga Polisi sektor (Polsek)” ujar Deddi

Deddi menambahkan Kerja pemerintahan daerah di rukun tetangga dan  rukun warga sangat fatal. Karena banyak sekali masalah kerukunan warga yang tidak terselesaikan lewat musyawarah dan mufakat Kerukunan warga yang seharusnya menjadi domain pemerintahan daerah di bawah kelurahan. Domain kerukunan warga yang tercatat di perda kota Bukittinggi.

“Sumber daya manusia di tingkat Kerukunan Warga atau RT/ RW itu ujung tombak dari pembangunan daerah. Tugas Pemda kota Bukittinggi menjadi motivator, mediator hingga coaching masyarakat dan pemerintah RT/ RW dalam menjembatani masalah masalah warga hingga meningkatkan sumber daya manusia di tingkat RT/RW” jelas dedi

Deddi Fasmadhy menambahkan seperti masalah belajar daring online yang banyak pekerjaan rumah baik Tenaga pengajar , siswa hingga orang tua dan wali yang dipaksakan orangtua menjadi Guru , tanpa embel embel Pendidikan dipaksa menjadi guru pendamping menggantikan posisi guru tenaga pengajar di rumah.

“Seperti masalah daring online ini yang telah terjadi pada kasus nenek dan Uwak perempuan nya yang dibawa ke ranah hukum, yang seharusnya bisa diselesaikan secara Kerukunan Warga sesuai amanat perda Kota Bukittinggi, dan pihak Aparat Kepolisian sektor menjadi jembatan terjadi mediasi apa masalah yang sesungguhnya terjadi dari asumsi asumsi tersembunyi. Temuan asesmen kedua anak anak yang diduga korban kdrt ternyata itu mengalami Disabilitas intelektual dari IQ rata rata  standar. Dimana memar dan luka yang seyogyanya didorong ke nenek dan Uwak perempuan itu nyatanya akibat perilaku dari kedua anak anak penyandang disabiltas intelektual karena mereka tidak faham perilaku mereka membawa dampak buruk pada orang lain” jelas Deddi

Menurut Deddi Fasmadhy peranan guru dan kerukunan warga Belum sinkron, sinergi dengan stakeholder baik Koramil, Babinsa hingga Polsek untuk membawa masalah masalah keluarga kedalam mediasi presisi yang humanis. Ini pekerjaan rumah walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi terpilih.

“Saya yakin Erman Safar dan Marfendi mampu menjadi mediator dan mengembangkan sumber daya manusia di tingkat Kerukunan Warga agar tercipta presisi solusi yang humanis untuk meningkatkan indeks manusia di tingkat Kerukunan Warga” jelas Dedi

Laporan Jurnalis SN

Tinggalkan Balasan