HUTAN LINDUNG *BUKIT JAMBUL GUNUNG PATAH*GUNDUL DIRAMBAH ORANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB

Selatan News,

Rombongan gerakan masyarakat Pagar alam dan Lahat yang tergabung dalam organisasi GEMAPALA mendatangi kantor Kemendagri untuk menuntut pemerintah pusat membatalkan keputusan menteri dalam negeri yang menyatakan kawasan Tunggul bute, bukit balai karang ali, pematang tidak putus menuju anak gunung dan gunung patah masuk dalam wilayah kabupaten muara enim.

Rombongan GEMAPALA tersebut datang langsung dari Kabupaten Lahat & Kota Pagar alam ke kantor kemendagri, perwakilan rombongan yang terdiri dari 10 orang perwakilan tersebut bermaksud untuk meminta pemerintah melalui kemendagri untuk membatalkan keputusan tapal batas antara Muara enim & kabupaten Lahat yang memasukan wilayah Rekimai jaya, Tunggul Bute, Bukit Balai Karang Ali, Pematang Tidak Putus, Anak Gunung dan menuju Gunung Patah ke dalam wilayah kabupaten Muara enim.

Yeri mediansyah, SH. ketua organisasi kepada awak media mengatakan meminta pemerintah melalui kemendagri untuk melakukan peninjauan kembali tentang tapal batas wilayah tersebut, sebab mereka memiliki bukti dari orang-orang terdahulu bahwa wilayah Rekimai Jaya, Tunggul Bute, Bukit Balai Karang Ali Pematang Tidak Putus Menuju Anak Gunung sampai Gunung Patah jelas masuk dalam wilayah kabupaten Lahat & kota Pagar alam serta berdasarkan titik Koordinat juga masuk dalam koordinat wilayah kabupaten Lahat & kota Pagar alam.

” kita mendatangi kantor kemedagri untuk menuntut pembatalan permendagri nomor 111 tahun 2019 tentang tapal batas wilayah antara kabupaten Lahat & Muara Enim, sebab kita memiliki cukup bukti dari orang-orang terdahulu bahwa wilayah tersebut masuk dalam wilayah kabupaten Lahat & kota Pagar alam. Serta kita telah melakukan penelitian melalui titik koordinat wilayah tersebut juga masih masuk dalam wilayah kabupaten Lahat & Kota Pagar alam sehingga kami meminta pemerintah meninjau kembali putusan tersebut” paparnya.(Ryone)

Tinggalkan Balasan