Waspada… Dampak Negatif dari Kenakalan Anak dimasa Pandemi Covid 19 dan gagal faham orang tua yang dipaksakan menjadi Guru Pendidik Dirumah

Waspada… Dampak Negatif dari Kenakalan Anak dimasa Pandemi Covid 19 dan gagal faham orang tua yang dipaksakan menjadi Guru Pendidik Dirumah
(Oleh : Deddi Fasmadhy Satiadharmanto, bidang OKK, DPP Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia (IJMI))

Ketika anak anak Senang sekali main fisik dan kekerasan.. Senang sekali main fisik dan kekerasan
Anak nakal itu ya wajar. Mungkin begitulah yang biasa kita dengar jika si kecil melakukan kenakalan. Memang sih anak kecil nakal itu wajar, namanya juga anak-anak. Mereka belum mengerti benar mana yang baik dan mana yang benar.
Selain itu, kenakalan yang dilakukan si kecil juga menjadi tanggung jawab orang tua untuk bisa mengarahkan si kecil pada hal yang jauh lebih baik.

Tapi ingat , kenakalan anak juga ada batasnya loh. Jangan kita selalu memaklumi kenakalannya, karena kenakalan kecil yang dibiarkan lambat laun juga akan semakin besar.
Bahaya lagi akibat dari kenakalan anak ini di Potret pihak ketiga, misal sekolah yg gagal faham dg kenakalan anak anak ini lalu membidik orang tua dengan dugaan Penganiayaan kedua anak tersebut didorong ke laporan pengaduan ke Polisi. Bukannya masalah anak nakal dapat terselesaikan karena perilaku atau kedepan malah dapat asesmen kalau anak anak ini mengalami Disabilitas intelektual karena perilaku mereka. Apa kepedulian pihak sekolah pada masalah kenakalan anak ini? Lalu bagaimana peranan RT / RW dalam menyelesaikan masalah warganya ini? Bagaimana dengan Penyidik yang mengalami masalah dengan kemampuan intelektual dalam melakukan penyidikan Menggali Unsur unsur hingga didapat delik kalau memang ada delik pidana dalam perilaku kedua anak nakal tersebut yang dipotret oleh pihak ketiga seolah olah orang tua nya yang menyakiti kedua anak tersebut. Kedepan inilah yang akan menjadi pokok permasalahan dari kenakalan anak anak dan proses belajar online yang gagal faham karena orang tua dipaksa untuk menjadi guru pendidik menggantikan peran guru dirumah.

Tinggalkan Balasan