TRAGIS!!! AKTIVIS LAHAT DI ANIAYA DALAM RUANGAN KEJAKSAAN

Selatan News, Lahat

Kamis, 04 Februari 2021 puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Lahat (GEMAPELA) kembali melakukan AKSI DEMONSTRASI yang kedua kali di depan kantor Kejaksaan Negeri Lahat.

Aksi Demonstrasi ini menuntut agar Kejari Lahat memberikan penjelasan perihal hasil penyidikan yang di lakukan oleh kejari lahat mengenai kasus Kolusi-Nepotisme yang dilakukan oleh Eks Bupati Lahat dalam mengangkat Kakak kandungnya sebagai Dirut PDAM Tirta Lematang pada tahun 2018.

Alih-alih mendapatkan jawaban Sundan Wijaya selaku Ketua Umum GEMAPELA malah mendapat penyiksaan di dalam ruangan kejari lahat, penyiksaan itu di lakukan oleh oknum pegawai kejari lahat dengan seragam lengkap.

“Iya, Kejadian itu setelah saya di amankan oleh pihak kepolisian sekitar pukul 15.30 kemudian di masukan dalam satu ruangan. Saya berdua bersama kader gemapela setelah polisi keluar untuk memastikan massa aksi kondusif kami malah mendapatkan tindakan intimidasi oleh oknum-oknum pegawai kejaksaan yang berujung penganiayaan” papar sundan

Dikarenakan mendengar teriakan minta tolong massa aksi menerobos masuk ke dalam halaman kejari lahat untuk memastikan bahwa tidak terjadi apa-apa kepada ketum Gemapela, akan tetapi semua orang di larang masuk oleh kepala kejaksaan negeri lahat.

Setelah Aksi demonstrasi GEMAPELA bertemu dengan kapolres Lahat untuk meluruskan kronologis perihal aksi sekaligus konsultasi perihal tindakan penganiayaan yang di lakukan oleh oknum kejaksaan tersebut.

Bapak AKBP Ahmad Gusti Hartono, S.I.K selaku Kapolres Lahat menjelaskan ” Perihal penganiayaan itu saya serahkan semuanya kepada sundan gimana baiknya, karena setiap warga negara berhak melapor” papar Kapolres Lahat

Setelah konsultasi sundan memutuskan untuk langsung melapor ke polres lahat, laporan itu diterima dengan Nomor Laporan : STTLP/34/II/2021/SUMSEL RES LAHAT.

Sundan juga menjelaskan “Laporan ini dilakukan karena kami dari GEMAPELA menganggap ini sudah sangat biadab, kejaksaan sebagai lembaga penegakan hukum nyatanya malah menjadi sarang penganiayaan, dan saya berharap pihak kepolisian serius dalam mengusut kasus penganiayaan ini agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.” Tutup Sundan

GEMAPELA juga menegaskan tidak akan berhenti bersuara sebelum kasus Kolusi-Nepotisme eks Bupati Lahat dalam Pengangkatan Dirut PDAM ini ada kejelasan mengingat ini sudah tahap penyidikan dan memakan waktu lebih dari 3 bulan.

(LC)

Tinggalkan Balasan