Sadis! Dengan Tangan Diborgol, Massa Aksi Gemapela Ditangkap oleh Kasat Sabhara Lahat

LAHAT, SelatanNews.COM Tiga orang anggota Gemapela (Hendro Juniarto, Armando Dwi Putra dan Deka Mandala) melakukan aksi demonstrasi di Kejaksaan Negeri Lahat untuk menuntut segera tetapkan tersangka kasus Kolusi-Nepotisme Eks Dirut PDAM Lahat.

Proses kasus Kolusi-Nepotisme dijanjikan selesai akhir 2020 oleh Kejari Lahat namun saat ini diawal 2021 belum ada keputusan. Laporan sejak 2018 sudah diantarkan ke Kejari Lahat oleh Gemapela dan hingga hari ini belum ada hasil atas janji bahwa Kejari Lahat akan segera menetapkan tersangka setelah penyidikan.

Hari ini kami kembali aksi untuk menagih janji Kejari bahwa akan segera menetapkan tersangka kasus Kolusi-Nepotisme Eks Dirut PDAM Lahat. Sangat di sayangkan, dalam berjalannya aksi ada salah satu oknum kepolisian yang menghalangi aksi demonstrasi dengan memaksa kami untuk membubarkan diri. Dengan alasan

Dalam situasi pandemik Covid-19
Kalian tidak ada surat pemberitahuan” ujar Hendro, (Kamis, 04/01/2021) selaku korlap aksi.
Jika mereka mengalaskan situasi pandemik tidak boleh mengadakan kerumunan, lantas apa kabar Pemkab Lahat yang melakukan outbond ke Bogor ?? Yang jelas dalam perjalanan tersebut tidak ada urgensi yang nyata kecuali menambah permasalahan di Lahat.

Jika surat pemberitahuan yang dipermasalahkan, surat pemberitahuan aksi sudah dimasukan pada tanggal 01 Febuari 2021 ke pihak Polres Lahat (bukti surat tanda terima).

Maka dari itu dengan kejadian ini kami dari Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Lahat tegas menuntut Kejari Lahat untuk segera selesaikan permasalahan yang tak kunjung selesai. Tindak tegas aparat penegak hukum yang telah melakukan tindakan preventif keapda masa aksi. Karena jelas di Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Pasal 18 bahwa Barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan menghalang-halangi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum yang telah memenuhi ketentuan umum Undang-undang ini di pidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun sambungnya.

Sangat di sayangkan ketika orang yang sedang aksi menyuarakan hak dan menyampaikan pendapat yang jelas-sudah di atur di undang-undang malah dapat perlakuan yang tidak seharusnya di lakukan oleh oknum aparat yang seharusnya mengamankan jalannya aksi apalagi sampai-sampai menangkap dan memborgol.

Awalnya tiga orang anggota Gemapela memadang spanduk di depan Kejari dan menyanyikan lagu perjuangan. Pukul 10.15 Wib salah satu anggota memulai aksi dengan orasi. Berjelang 15 menit orasi, ketiga masa aksi diamankan kasat sabara dan salah satunya diborgol.(Ryone)

Tinggalkan Balasan