DIDUGA SD NEGERI 23 NAKAL,MEMUNGUT IURAN BUKU LKS,BERKEDOK BELI DI WARUNG

SELATANNEWS 10/01/2021 LAHAT

Disusana covid 19 dikabupaten lahat dan ajaran ditahun 2021 masih banyak sekolah dikabupaten lahat, yang Adanny dugaan pungutan liar (pungli) pembeli buku LKS kewarung siswa kelas 6 seharga Rp.165.000.00.,- (seratus enam puluh lima ribu rupiah) per 8 buku LKS (lembar kerja siswa) di SD (sekolah dasar) Negeri 23 kecamatan kota lahat.
Dua murid yang berinisial FL dan RI mengatakan keawak media SelatanNews di sekolah kami beli buku LKS (lembar kerja siswa)seharga Rp.165.000.00.per 8 buku,dikarenakan kami kelas 6 wajib beli,tapi beliny tidak di sekolah tapi diwarung, yang diarahkan oleh wali kelas berinisial AS.

Bahwa disekolah dalam bentuk apa pun dilarang keras memungut dana kepada wali murid dalam bentuk apa pun karena sekolah sudah dianggarkan oleh negara ada dana BOS (biaya oprsional sekolah) yang diatur oleh permendikbud peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan UU no 75 tahun 2016.

Dilarang punggutan disekolah sesuai dengan peraturan persiden UU no 87 tahun 2016 tentang saiber pungli
sementara pungutan yang sering dilakukan saat belajar mengajar di sekolah adalah uang SPP / uang penasehat, uang les, uang buku uang LKS, uang ekstrakurikuler, uang OSIS, studi tur uang perpustakaan uang pramuka, uang PMI, uang kalender, dana kelas, uang koperasi dan uang denda tidak mengerjakan PR. Pada saat lulus sekolah, ada berbagai pungutan seperti uang UNAS, uang bimbingan belajar, uang perpisahan, uang foto, kenang-kenangan, dan uang wisuda.

Awak media selatannews konfirmasi lewat WA (what app) kepada kepala sekolah SD Negeri 23 ibu SARWATI mengatakan belum pak,tidak pak dan mengatakan sudah pak.09/01/2021.

Saat konfirmasi lewat WA (what app) sudah dibaca oleh kabid SD kabupaten lahat cuma tutup mata (diabaikan aja) awak media selatannews berterima kasih dengan bapak HERLANSYAH. (Abdu happy)

Tinggalkan Balasan