Erizal Minta Penyidikan Ulang Sesuai Porsi Anak Anaknya yang Memiliki Kebutuhan Khusus Dalam Intelektual

Selatan News, Bukittinggi-

Erizal ayah dari Zalmyra Qainata (7 tahun) dan Ammar Zata Yumni ( 8 tahun) meminta dilakukan penyidikan ulang pada pihak penyidik kasus dugaan penganiayaan anak anaknya oleh nenek dan Uwak perempuan yang dilaporkan oleh Pak RT Arifin pada pihak kepolisian Resor Bukittinggi.

Menurut Erizal harusnya penyidikan anak anaknya tersebut, Zalmyra Qainata dan Ammar Zata Yumni dilakukan pendampingan oleh Profesional Guru Pendidikan Luar Biasa dari Sekolah Luar Biasa. “Hal ini dikarenakan anak anak saya dibawah standar normal, masuk Disabilitas intelektual sesuai asesmen dari Psikolog” jelas Erizal

Erizal mengulang bahwa jangan ada media televisi, YouTube , permainan digital android , gadget. Hal ini dikarenakan media tersebut membuat otak anak anaknya menjadi distrak.

“Penyidik harus membaca situasi ini dikarenakan perbedaan penyidikan orang normal dengan anak anak saya yang memiliki Kebutuhan Khusus (ABK). Pihak mediasi  seperti Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan anak, Keluarga Berencana Bukittinggi, KPAI harus memahami SOP bagaimana penanganan anak anak berkebutuhan khusus, disabilitas intelektual seperti anak saya. Anak saya ini membutuhkan pendampingan, shadow teacher , bayang bayang disetiap aktifitas nya. Karena mereka tidak memahami hal hal yang membahayakan dirinya sendiri, apalagi membahayakan orang lain. Jujur aja ya, luka luka di sekujur badan anak anak saya itu karena Keyna dan Zata itu dalam aktifitas nya tidak memahami hal hal yang membahayakan dirinya dan diri orang lain” jelas Erizal

Erizal menjelaskan masalah ini jadi meruyak karena peristiwa yang difokuskan pihak ketiga itu pada persoalan memar memar, luka disekujur badan keyna. Zata sendiri juga mengalami memar memar karena aktifitas Zata dengan keyna yang Erizal sebutkan berulang ulang diatas.

“Harusnya pada saat itu pihak pelapor kordinasi dulu pada keluarga dari anak anak saya. Jangan diputuskan sepihak. Jadi konsumsi kepentingan pihak ketiga” jelas Erizal

“Peristiwa yang disangkakan itu pada saat waktu sekolah tatap muka waktu disekolah lamanya anak anak saya, karena pada hari sebelum nya wali kelas satu dari anak anak saya ini menjumpai nenek nya di jalan memberitahu Senin masuk sekolah dan Zalmyra Qainata harus sudah bisa baca tulis berhitung” jelas Erizal

Erizal menambahkan bahwa Berbeda hal dengan abangnya , Ammar Zata Yumni yang sudah bisa membaca , berhitung. Rangkaian Peristiwa ini yang seharusnya digali dengan kapasitas ketidakmampuan Intelektual kedua anak saya tersebut berdasarkan asesmen dari Psikolog. Jangan irisan nya sepihak di potret terjadi penganiayaan. Hal ini lah yang seharusnya digali oleh penyidik. Hubungan Rangkaian peristiwa dan efek diamnya Zalmyra Qainata ketika saat disekolah nya dulu itu karena ketidakmampuan Intelektual nya dalam ranah pendidikan bukan pada irisan trauma seperti yang disebutkan pihak ketiga.

Hari ini Erizal mengirimkan surat agar dilakukan penyidikan ulang oleh pihak terkait dan harus didampingi profesional dibidang Pendidikan luar biasa dari guru SLB.

Laporan jurnalis SN

Tinggalkan Balasan