Ratusan Emak Emak Merapi area Demo Kembali ke Pemkab Lahat

Selatan News, November 12, 2020
Ratusan emak emak merapi area datangi pemkab lahat untuk berujuk rasa masalah abu di lingkungan mereka yang banyak berdampak
emak-emak hingga viral mulai dari Desa Arahan, Desa Prabumenang, Desa Gunung Kembang, Desa Merapi, Desa Tanjung Baru, dan hari ini Kamis (12/1

Sekitar 200 emak emak penuhi halaman Pemkab Lahat menggelar aksi demo menuntut pihak perusahaan tambang batubara untuk memberikan uang kompensasi debu batubara, aksi ini dikawal oleh satuan Pol PP dan dibantu dari Polres Lahat dan TNI, untuk pengamanan aksi emak emak ini.

Info yang kami dapatkan ada oknum memancing di air keruh, dari sumber yang akurat bahwa pihak perusahaan pemilik IUP, diminta untuk kompensasi dampak debu batubara sebesar Rp50 Juta adapun pihak perusuhaan di Merapi area

1. Dizamatra Powerindo
2. Duta Alam Semesta (DAS)
3. Mustika Alam Sejahtera (MAS)
4. Bukit Tunjuk (BT)
5. SBWP
6. TITAN
7. RUBS
8. ERA
9. SCG
10.Bima
11. GGB
12. BAU
13. BMS
14. BP
15. BGG
16. SLR
17. LPBBJ
18. MiP

Delapan belas perusahaan pemilik Ijin Usaha Pertambangan ada beberapa pihak perusahaan yang sepakat untuk memberikan kompensasi dampak debu batubara sebesar Rp50 juta, ada 7 Perusahaan pemilik IUP, infonya sudah setuju untuk memberikan uang kompensasi dampak debu batubara, informasinya untuk setiap desa akan mendapatkan kompensasi Rp17,5 juta uang debu batubara dari pengurus Asosiasi Angkutan Pertambangan Lahat (AAPL)

Saat di temui para awak media pandriadi selaku ketua AAPL menjelaskan. “Sekedar mengingat ada 7 perusahaan yang telah sepakat dengan AAPL. Masing-masing perusahaan telah sepakat menyetorkan uang sebesar Rp50 juta sebagai uang kompensasi dampak debu, jumlahnya Rp 350 juta, di bagi kepada 20 desa dimerapi area,” jelasnya.

“Jadi masing masing desa mendapatkan Rp17.500.000. uang tersebut akan diserahkan kepada koordinator emak-emak disetiap desa pada tanggal 15 November nanti,” terangnya.

Pandriadi menguraikan “sistem pembagian setiap Desa diserahkan kepada koordinator emak emak, yakni sebesar Rp 7,5 juta untuk bayar gaji ibu ibu yang menyapu jalan dan Rp 10 juta untuk Dana Sosial dan Kesehatan jika suatu saat ingin dibelikan sembako,” ujarnya.

Pantauan tim invesitigasi setiap hari mulai pukul 18.00 WIB mobil truk tronton, peti kemas keluar dari stokpile dari perusahaan tambang batubara melintas dijalan umum, menuju stasiun Muaralawai, Stokpile Titan, stasiun Sukacinta, dan ada yang langsung ke Pali, ratusan angkutan batubara dengam muatan 32 tonase.

Setelah satu jam berorasi, Wakil Bupati Lahat mengundang perwakilan dari para emak emak untuk menyampaikan tuntutannya di ruang opp room Pemkab, dan di hasilkan kesepakatan pihak Pemerintahan Daerah Lahat akan memanggil pihak perusahaan untuk mediasi kembali di Pemkab Lahat pada hari Jum’at (herlika)

Tinggalkan Balasan