Labi labi Konflik Agraria

Palembang,

Konflik Agraria/Sengketa tanah 32 hektar antara Masyarakat 521 KK dengan 4 Orang yg awalnya mengaku timur jaya grup di daerah Labi-labi Kelurahan Alang-alang Lebar, Kecamatan Alang-alang lebar Kota Palembang.
Sedari dulu tahun 2003-Desember 2019 tanah aman tidak ada gangguan atau yg ngeclaim, telah banyak berfungsi sosial untuk makan dan menghidupi.
Barulah 19 Desember 2020 ada yg ngeclaim tanah milik Timur Jaya grup awalnya dan kemudia berubah menjadi kepemikikan hak milik atas nama 4 orang.
Pada tanggal 12 Febuari 2020, tanaman masyarakat 521 KK yg sudah ada dilahan, digusur paksa pake 2 alat berat dan dijaga oleh 800 personil aparat gabungan kepolisin dan hadir langsung kapolrestabe plembang. Tanpa ada putusan pengadilan dan atau memperlihatkan SHM 4 orang tersebut, tanah tetap saja rata dengan tanah dan kemudian di Pagar keliling sesudahnya. 5 Orang masyarakt dari 521 KK di tangkap, dipenjara dan sekarang lg proses sidang di PN Paembang.
Upaya demi upaya dari 521 masyarakat dari tingkat Pusat, Propinsi dan kota, dan sampai lah pada mediasi penyelesaian konflik di Gubernur Sumsel lewat Dinas Lingkungan Hidup Pertanahan (DLHP), mengundang masyarakat untuk di pintai keterangan atau data data,dan kemudian akan mengagendakan memanggil 4 orang yg mengeclaim punya tanah itu. Dan setelahnya akan dipertemukan kedua belah pihak yg berkonflik. Tp sampai hari ini tidak juga ada agenda itu. Sama halnya di DPRD Propinsi Komisi I serta Kanwil ATR/BPN Propinsi juga belum ada agenda lanjutan untuk penyelesaian konflik tersebut.
Sehingga 4 Oktober 2020, Masyarakat bersepakat untuk keLahan itu untuk MENANAM PAGAN berupa Pisang dan Ubi untuk survivel disaat covid ini.
Mereka berharap agar pemerintah segera selesaikan konflik ini, agar meminimalisir kelaparan, kriminal/pembunuhan dan kriminalisasi/dipenjara..

Tinggalkan Balasan