Nilai Keluhuran Budi Setia Hati Terate Modal Kolektifitas Melawan Pandemi Covid 19

Jakarta ,

Pandemi Covid 19 Corona yang berlarut larut menghasilkan krisis multi dimensi karena munculnya klaster klaster baru mulai dari sosial terkecil, yakni keluarga. Menurut Deddi Fasmadhy seorang youtuber yang dikenal seniman gagal ini saat ditemui awak media usai melakukan melekan prosesi cuci mori bersama saudara saudara Persaudaraan Setia Hati Terate  Rayon Jatayu (Jati Rahayu ) dan Rayon Pondok Rangon.

“Kita punya modal akal kolektifitas bersama yakni nilai nilai keluhuran Budi yang diajarkan di Setia Hati Terate. Nilai nilai keluhuran Budi ini adalah aplikasi dari Pancasila falsafah bangsa kita ” terang Deddi.

Deddi menambahkan modal kolektifitas ini   berperan besar dalam mengatasi krisis  multi dimensi yang berlarut akibat pandemi Covid-19, dan ini tidak dimiliki negara lain.

“Modal kolektifitas kita warga PSHT ini akan menjadi energi melawan krisis Pandemi Covid 19″ ujar Deddi

“ Ki Hadjar Hardjo Utomo mengajarkan kita bagaimana berjuang dan perjuangan bangsa Indonesia, lewat Pemuda sport Club’ hingga menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate, melalui Pencak Silat kita disatukan saling menguatkan , berkolaborasi sesama anak bangsa Indonesia” pungkas Deddi

Deddi menambahkan bagaimana Bangsa indonesia ini berproses menjadi Indonesia menyatukan ego, kesukuan, pola pikir dan keaneka ragaman untuk saling menguatkan , berkolaborasi saling mendukung yang terkandung dalam nilai nilai Keluhuran Budi pada ajaran Setia Hati Terate.

” Warisan Keluhuran Budi  kesadaran modal akal koletifita kita Warga Persaudaraan Setia Hati Terate bersama  bangsa Indonesia” jelas Deddi Fasmadhy warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate ini dalam keterangannya tadi pagi.

Menurut Deddi, tumbuhnya kesadaran Keluhuran Budi megekstrak menjadi modal kolektifitas, sudah melalui proses ratusan tahun dan peristiwa puncaknya adalah masa penjajahan.

Ketika itu Ki hadjar Hardjo Oetomo, tokoh pahlawan perintis kemerdekaan gagah berani melawan penjajah dengan Pemuda Sport Club’ yang kemudian bertransformasi menjadi Setia Hati Terate. Hal ini merupakan kecerdasan Ki Hadjar Hardjo Utomo Terate penjajahan tidak bisa lagi dihadapi dengan cara cara primordial, harus dengan energi bela negara melalui Pencak Silat.

“ketika Ki Ngabei Suro Diwidjo membuat sari sari pencak silat yang dipelajari di berbagai daerah di Hindia Belanda saat itu , lalu mengaplikasikan pada Pencak silat Setia Hati  hal ini menandakan keindonesiaan dalam pencak silat dengan nilai nilai Keluhuran Budi menjadi modal kolektifitas” terang deddi

Karena itu, Ki Hadjar Hardjo Utomo mengetahui betul bagaimana menumbuhkan akal sehat perlawanan kolonialisme dengan pencak silat yang didalamnya terkandung nilai nilai Keluhuran Budi.

“Ki Hadjar Hardjo Oetomo menyadari tidak mudah melawan kolonialisme dibutuhkan modal kolektif bangsa yang terkandung dalam nilai nilai Keluhuran Budi,” pungkas YouTuber Seniman gagal ini

Deddi Fasmadhy menilai pandemi Covid-19 yang saat ini, tengah mengubah tatanan dunia baru ini berkelanjutan , seperti siklus 100 tahunan, layaknya  abad 16 Portugis, abad 17 Belanda, abad 18 Inggris, serta pada abad 19 hingga kini.

“Dalam konteks Pandemi dan krisis  global, solusi mengatasinya terkandung dalam nilai nilai Keluhuran Budi dan Pancasila  Falsafah Bangsa indonesia. Sesuatu yang luar biasa modal kesadaran kolektif bangsa,” pungkas Deddi

Tinggalkan Balasan