Jurai Tue Desa Muara Cawang Angkat Bicara Terkait Kasus Mantan Kades Muara Cawang

Selatan News, Pseksu 20 Juni 2020

Jurai tue muara cawang kecamatan pseksu menyayangkan Bantahan Rapisun Mantan Kepala desa muara cawang kecamatan pseksu masa bakti 2014-20 kecamatan pseksu melalui satu media online kabupaten Lahat. “Harusnya bantahan itu melalui data dan sikap yang resmi” ujar Jurai tue Desa Muara Cawang. Bila hal ini terus berlarut dan tidak ada tindak lanjut dari pihak penegak hukum , Maka akan memicu persoalan yang tak kunjung terpecahkan dan akan membuat perpecahan yang tidak menutup kemungkinan muncul dikemudian hari.

“Menyoal tentang Dana BUMDES anggaran Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp 50 juta yang diduga telah digelapkan berdasarkan adanya keganjilan pada saat MUSDES , karena RN mantan kades muara cawang masa bakti 2014 – 2020 menyampaikan uang tersebut telah dikembalikan ke Inspektorat, sementara Di kwitansi yang diambil dari ketua BUMDES tertulis dikembalikan keRekening Desa dan ditambah keterangan PJS kades saat ini mengatakan bahwa uang tersebut tidak pernah ada diRekening desa” jelas Jurai Tue Desa Muara Cawang bersama masyarakat.

Akibat simpang siurnya dan terlihat saling salahkan , kami selaku ketua adat / jurai tue menginginkan agar persoalan ini segera ditindak lanjuti secara hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia untuk mengungkap kebenaranya.

Senada DP 38th, SN 52th dan KN 40th selaku masyrakat muara cawang menyampaikan bahwa dana Bumdes tahun 2018 sebesar Rp 50juta, sumur bor 4 titik anggaran 2018 yang diduga telah digelapkan dan tidak memenuhi syarat atau tidak memuaskan , dan kami selaku masyrakat memohon untuk segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berwajib.

Diceritakan tentang dipermasalahkannya tanda tangan NR KM, WL disalah satu media online bahwa tidak pernah membubuhkan tanda tangan (palsu) dan sempat mengatakan, bahwa sang mantan kades akan melaporkan masalah tanda tangani (palsu) kepihak yang berwajib.

“Apa yang disampaikan sang mantan kades disalah satu media online lahat bahwa sang mantan kades tersebut tidaklah benar dan terkesan mencari pembenaran” jelas NR, KM,WL

Kembali ditegaskanya kepada awak media bahwa, itu bukan tanda tangan untuk pengaduan akan tetapi tentang tanda tangan warga untuk kesaksian sumur bor yg tidak memuaskan dan kurang bermanfaat.

Sehingga akibat tidak dan kurangnya komunikasi yang menimbulkan opini menyesatkan publik. “Bahwa tanda tangan tersebut diakui dan tidak dipalsukan alias ASLI” kembali duregaskannya

Jurnalis Selatan News

Tinggalkan Balasan